Apa itu UBL? Manfaat dan Resiko UBL (Unlock BootLoader)

Banyak keuntungan yang kamu dapatkan dengan smartphone Android status bootloader terbuka, namun resiko UBL juga perlu kamu pertimbangkan.

Mungkin sebagian pengguna hp Android sudah tidak asing lagi dengan istilah UBL, apalagi bagi mereka yang suka oprek hp merek Xiaomi Redmi atau Mi. Namun jika kamu masih awam tentang UBL, apa itu UBL? Pengertian UBL, manfaat dan resiko UBL.

Namun jangan khawatir, karena pada postingan ini saya akan coba jelaskan tentang UBL pada Android, khususnya pada smartphone Xiaomi Redmi dan Mi.

Kenapa saya sebutkan merek hp tersebut cukup lengkap, seperti Xiaomi, Redmi dan Mi. Ya, karena ketiga nama tersebut saat ini sudah menjadi brand dan sub-brand serta memiliki varian smartphone masing-masing.

Istilah UBL sering muncul dan berhubungan dengan aktivitas dunia rooting pada Android. Sebagai pemula dalam dunia rooting, mungkin kamu akan cukup bingung apa itu UBL?

Semakin kamu telusuri dunia rooting pada Android, maka semakin banyak istilah aneh yang mungkin akan kamu temukan, seperti: TWRP atau custom recovery, fastboot, bootloader, Android SDK. Bisa jadi istilah-istilah yang baru kamu kenal tersebut malah membuat kamu makin bingung dan menyurutkan niat untuk melakukan rooting.

Nah, pada postingan ini kita akan bahas tentang Bootloader. Apa itu bootloader, dan mengapa kita harus unlock bootloader?

Apa itu BootLoader

Bootloader merupakan sebuah program atau kode yang akan dijalankan sebelum sistem operasi dimulai. Konsep dan cara kerja bootloader cukup umum seperti pada semua jenis sistem operasi yang tertanam pada perangkat komputer, smartphone atau jenis perangkat yang lain.

Pengertian Manfaat Manfaat dan Resiko UBL

Pada dasarnya, bootloader adalah paket petunjuk untuk booting suatu kernel pada sistem operasi dan kebanyakan dari mereka memiliki debugging atau lingkungan modifikasi sendiri-sendiri.

Sistem operasi (OS) pada Android menggunakan OS dengan sistem terbuka dan terdapat dalam berbagai jenis hardware yang berbeda di dalamnya, sehingga setiap pabrikan memiliki spesifikasi dan versi bootloader tersendiri untuk mendukung hardwarenya.

Mengapa Bootloader Terkunci?

Meski Android merupakan sistem operasi terbuka, namun bootloader pada OS Android biasanya dalam keadaan dikunci. Hal ini dilakukan untuk menjaga sistem pada perangkat Android berjalan stabil dan aman.

Dengan dikuncinya bootloader pada perangkat Android, maka pengguna tidak bisa modifikasi pada sistem Android tersebut, seperti melakukan rooting, flashing atau menginstall custom ROM. 

Maka dari itu, jika kamu ingin dengan bebas melakukan rooting atau bisa memasang custom rom pada perangkat Android, maka langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah unlock bootloader.

Apa itu UBL (Unlock BootLoader)?

UBL atau Unlock BootLoader adalah terbukanya bootloader pada perangkat sistem operasi Android.  Secara pabrikasi, booatloader pada perangkat smparthone Android terbaru saat ini dalam keadaan terkunci. Dengan terbukanya bootloader pada Android, memungkinkan pengguna dapat melakukan rooting bahkan memasang custom recovery dan custom rom.

Kenapa smartphone seperti keluaran terbaru dari Xiaomi Redmi dan Mi mengunci Bootloadernya?

Jika kamu pengguna hp Xiaomi beberapa tahun lalu, sebelum aturan penguncian bootloader diterapkan. sering kita temukan di marketplace beberapa hp Xiaomi yang tidak resmi di jual di Indonesia, dan saat dilihat spesifikasi ROM yang digunakan, hp tersebut menggunakan ROM distriburor.

ROM distributor merupakan hal ilegal dan memang menjadi musuh nomor satu bagi Xiaomi. Penguncian bootloader pada seri smartphone terbaru Xiaomi merupakan suatu langkah untuk menjaga keamanan perangkat. Karena bootloader dalam keadaan dikunci, maka pengguna tidak akan bisa melakukan flashing ROM atau mengganti dengan custom ROM. Jika dipaksakan, bisa jadi ponsel kamu mengalami bootloop, brick, bahkan mati.

Jika kamu mau dengan bebas melakukan rooting atau flashing custom rom pada Android, maka langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah membuka bootloader-nya terlebih dulu.

Lalu bagaimana langkah-langkah dan cara unlock bootloader ponsel Xiaomi Redmi atau Mi terbaru?

Melakukan UBL atau Unlock BootLoader pada smparhone Xiaomi, sebetulnya cukup mudah. Namun, langkah ini membutuhkan proses izin yang cukup memakan waktu hingga 1 minggu sampai 1 bulan. Sebelum UBL, kita harus meminta izin terlebih dahulu ke server Xiaomi, caranya:

  1. Pastikan kamu sudah memiliki akun dan sudah login pada hp Xiaomi yang akan di UBL
  2. Masuk ke Pengaturan, pilih Tentang telepon
  3. Kemudian tap pada versi MIUI sebanyak 7 kali sampai muncul pesan "Sekarang Anda adalah seorang developer!"
  4. Berikutnya, kembali ke menu Setelan, pilih Setelan tambahan, pilih Opsi pengembang
  5. Di menu Opsi pengembang, kamu tap tombol Status Mi Unlock. Bisa kamu lihat bahwa statusnya adalah "Perangkat ini terkunci. Perangkat ini telah aman.", artinya statusnya dalam keadaan locked atau terkunci.
  6. Selanjutnya, silahkan tap tombol Tambahkan akun dan perangkat, yang ada di bagian bawah.
  7. Apabila akun berhasil dikaitkan, maka muncul pesan bahwa kaun berhasil dikaitkan.
Apa itu UBL dan Manfaat Unlock Bootloader

Sampai disini kamu sudah berhasil request UBL ke server Xiaomi, selanjutnya tunggu 1 minggu kemudian. Jika sudah seminggu, silahkan lakukan UBL dengan aplikasi Mi Unlock Tool.

Manfaat UBL

Salah satu manfaat UBL pada sisem operasi android adalah dapat melakukan custom recovery, seperti: TWRP, OrangeFox Recovery dan custom recovery lain yang tersedia untuk perangkat tersebut.

Dengan terpasangnya custom recovery, kita bisa memulai melakukan eksplorasi lebih jauh tentang sistem Android, rooting, flashing rom, atau install custom rom, dan banyak lagi seperti:

  • Rooting system
  • Edit built system
  • Ganti ROM, atau custom rom seperti dari MIUI menjadi AOSP seperti hp Pixel Google
  • Ganti dan custom kernel
  • Ganti dan custom firemware
  • dan banyak lagi

Namun begitu, kamu juga harus tahu bahwa UBL memiliki resiko.

Resiko UBL

Dengan melakukan UBL atau membuka bootloader system Android, maka kamu juga sudah siap dengan resiko yang akan terjadi pada smartphone tersebut, seperti:

  • Keamanan sistem berkurang
  • Ponsel dengan mudah bisa di reset ulang atau di install ulang
  • Karena aplikasi atau file yang bisa di install secara bebas, kemungkina terkena virus dan error sistem bisa terjadi
  • Bootloop atau Brick

Peringatan:
Melakukan unlock bootloader pada ponsel bisa membatalkan garansi. Hal ini juga akan menghapus atau mem-format penyimpanan internal pada ponselmu, termasuk data foto/video/dokumen, aplikasi, kontak, SMS, dan yang lainnya.

Jika dilihat dari keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari ponsel Android dengan status UBL, kira-kira kamu akan lanjut apa tidak melakukan UBL?

Kurang lebih itulah yang bisa saya jelaskan pada postingan ini tentang Pengertian UBL, Apa itu UBL dan Manfaat hingga Resiko melakukan UBL pada hp Xiaomi. Mudah-mudahan postingan ini bisa bermanfaat.

Content Creator, Video Creator and Writer.

Lihat lebih lengkap di profil blogger saya.

Posting Komentar

Aktifkan Beri tahu saya / Notify me untuk pemberitahuan balasan melalui email.